Diterjemahkan dari berita STCE.
DIPERBARUI – Untuk postingan lebih lama, silakan gulir ke bawah
PEMBARUAN 10 November 2025 pukul 12:3 UTC – PESAN PERINGATAN CEPAT ‘PRESTO‘ dari SIDC (RWC-Belgia): “Sebuah flare Matahari X1.2 memuncak pukul 09:19 UTC tanggal 10 November dan berasal dari Grup Bintik SIDC 687 (Daerah aktif (AR) NOAA 4274). Daerah aktif tersebut , berada di N24 W15, memiliki konfigurasi magnet beta-gamma-delta dan klasifikasi McIntosh Ekc. Mengingat ukurannya yang besar, kompleksitas, dan aktivitas terbarunya yang kuat, termasuk sebuah flare kelas X tanggal 09 November 2025, flare signifikan tambahan masih mungkin terjadi. Dalam beberapa jam ke depan kita akan mengetahui apakah peristiwa ini disertai lontaran massa korona. Rincian lebih lanjut akan menyusul ketika data koronagraf sudah tersedia.“
Flare tersebut merupakan peristiwa berdurasi panjang (berlangsung lebih dari 1 jam) dan disertai oleh peristiwa proton yang sedang berlangsung (proton dengan energi 10 MeV atau lebih) (GOES). fluks proton dengan energi 100MeV atau lebih saat ini masih berada pada tingkat latar belakang. Tampilan erupsi seperti diamati dalam H-alfa (garis di baggian merah spektrum Matahari; GONG) dapat dilihat di bawah ini. Sama seperti peristiwa kelas X kemarin, flare ini tampaknya dipicu oleh ketidakstabilan filamen di sebelah utara bagian utama bintik yang berada di belakang.

Semburan radio dideteksi oleh stasiun astronomi radio di Humain (HuRAS) yang mencatat semburan radio tipe II, III, dan IV (lihat halaman Klasifikasi SWx STCE), seperti ditunjukkan pada spektrogram radio di bawah dengan sumbu mendatar menunjukkan waktu dan sumbu tegak menunjukkan frekuensi (frekuensi terendah di atas). Bagan atas menunjukkan evolusi fluks sinar-X lunak yang direkam oleh GOES. Intensitas semburan radio sangat menonjol pada frekuensi ultratinggi rendah (UHF; 300-3000 MHz), dengan puncak pada 130.000 sfu (610 MHz) dan 2100 sfu pada frekuensi GNSS (1415 MHz; NOAA/USAF). Intensitas pada frekuensi terakhir tersebut lebih lemah dibandingkan selama flare kelas X kemarin.

Berdasarkan analisis semburan radio Tipe II dan Tipe IV yang terkait, sebuah lontaran massa korona dengan kecepatan kejut sekitar 1300 km/detik berkaitan dengan erupsi ini (NOAA/USAF). CME itu sendiri juga jauh lebih cepat dibandingkan CME kemarin, masing-masing dengan kecepatan bidang langit sekitar 700 dan 1100 km/detik. Citra koronagraf dari STEREO-A dengan jelas menunjukkan CME yang mengarah ke bumi. Masih harus dilihat kapan tepatnya CME ini akan mencapai lingkungan bumi, dan apakah CME ini akan menyusul CME kemarin yang lebih lambat, yang saat ini diperkirakan tiba pada awal 12 November. Menunggu analisis lebih lanjut dari prakirawan SWx SIDC.

Flare kelas X memengaruhi bagian frekuensi rendah pada pida komunikasi frekuensi tinggi (HF Com; 3-30 MHz) di sisi siang Bumi, terutama meliputi bagian barat Samudera HIndia dan Afrika Tenggara. Sebuah peringatan kepada penerbangan sipil telah diterbitkan (PECASUS). Peristiwa proton yang sedang berlangsung dapat (secara ringan) memengaruhi komunikasi HF meliputi daerah kutub, khususnya meliputi Antartika. Efek flare X1 dan peristiwa proton terhadap HF Com dapat dilihat pada peta D-RAP di bawah (NOAA/SWPC).

PEMBARUAN 9 November 2025 pukul 09:45 UTC – Daerah aktif NOAA 4274 (Grup Bintik SIDC 687) menghasilkan flare kelas X kedua pagi ini. Mengacu pada peringatan PRESTO SIDC, “Sebuah flare X1.7 dideteksi pada data fluks sinar-X GOES 19 memuncak pada pukul 07:33 tanggal 09 November. Flare tersebut berkaitan dengan Grup Bintik SIDC 687 (Daerah Aktif NOAA 4274). Fluks proton lebih dari 10 MeV tetap berada di tingkat latar belakang. Peristiwa flare kelas M dapat diharapkan dihasilkan dari daerah aktif ini dengan peluang terjadinya flare kelas X lainnya.” Menariknya, flare terjadi sedikit ke timur dari bagian belakang NOAA 4274, bukan di atas bagian depan yang jauh lebih kompleks dan dinamis. Hal ini ditunjukkan pada gabungan SDO/AIA 131 dan cahaya tampak GONG di bawah ini, diambil sekitar pukul 07:30 UTC, yaitu dekat waktu puncak flare. Pola difraksi pada citra EUV merupakan artefak citra, dan tidak terkait dengan flare itu sendiri – Lihat butir berita STCE ini untuk informasi lebih lanjut. Komunikasi Frekuensi Tinggi (HF) mengalami gangguan di sisi siang Bumi (D-RAP; Peta), khususnya meliputi Samudera Hindia. Peringatan mengenai gangguan HF Com telah dikirimkan kepada penerbangan sipil oleh PECASUS.

Berdasarkan analisis semburan radio yang terkait, sebuah lontaran massa korona dengan kecepatan kejut sekitar 800 km/detik dikaitkan dengan erupsi ini (NOAA/USAF). Mengingat lokasi NOAA 4274 yang dekat dengan meridian tengah, sangat mungkin bahwa (sebagian) CME ini mengarah ke Bumi. Menunggu analisis lebih lanjut dari prakirawan SWx SIDC. Semburan radio juga terdeteksi oleh stasiun astronomi radio di Humain (HuRAS), yang merekam semburan radio Tipe II, Tipe III, dan kemungkinan juga Tipe IV (lihat halaman Klasifikasi SWx STCE), sebagaimana ditunjukkan pada spektrogram radio di bawah ini dengan sumbu mendatar menunjukkan waktu dan sumbu tegak menunjukkan frekuensi (frekuensi terendah di atas). Perhatikan beberapa efek interferensi akibat terbit matahari. Bagan teratas menunjukkan evolusi fluks sinar-X lunak sebagaimana direkam oleh GOES. Pandangan yang lebih jelas mengenai semburan Tipe II dan Tipe III disediakan pada spektrogram radio Learmonth (perhatikan sumbu tegak terbalik, dengan frekuensi tertinggi di atas). Semburan radio sangat menonjol pada frekuensi ultratinggi rendah (UHF; 300–3000 MHz), dengan puncak semburan mencapai 120.000 sfu (610 MHz) dan 12.000 sfu pada frekuensi GNSS (1415 MHz; NOAA/USAF). Intensitas ini kemungkinan menyebabkan beberapa masalah komunikasi pada frekuensi tersebut.

PEMBARUAN 4 November 2025 pukul 22:45 UTC – Matahari menghasilkan flare kelas-X kedua, hanya beberapa jam setelah peristiwa X1.8 yang dibahas di bawah. Flare X1.1 ini mencapai puncak pada pukul 22:02 UTC. Namun, flare tersebut bukan berasal dari NOAA 4274, melainkan daerah aktif di belakang tepi tenggara Matahari, seperti yang terlihat pada citra GOES/SUVI di bawah ini, menunjukkan flare dalam ultraviolet ekstrem (EUV) di dekat waktu puncaknya: kiri pada temperatur sekitar 80.000 derajat, dan di kanan pada temperatur beberapa juta derajat. Pola-pola difraksi pada citra EUV merupakan artefak citra, dan tidak berkaitan dengan flare tersebut – Lihat butir berita STCE ini untuk informasi lebih lanjut. Peristiwa proton dari erupsi ini kecil kemungkinan terjadi karena posisinya, dan setiap lontaran massa korona (CME) yang terkait dengannya sangat mungkin tidak mengarah ke Bumi. Informasi lebih lanjut akan diberikan oleh prakirawan SID saat daerah aktif tersebut berotasi melewati tepi timur.
Flare kelas-X memengaruhi porsi frekuensi rendah pada pita komunikasi Frekuensi Tinggi (HF Com; 3-30 MHz) terutama meliputi Samudera Pasifik dan Selandia Baru. Efek flare X1 terhadap HF Com dapat dilihat pada peta D-RAP (NOAA/SWPC). Peringatan kepada penerbangan sipil telah diterbitkan (PECASUS).

Berita Asli 4 November 2025 pukul 20:45 UTC – Daerah aktif NOAA 4274 (Grup Bintik SIDC 687) adalah kembalinya NOAA 4246 yang produktif menghasilkan flare. Daerah aktif itu adalah sumber dari 27 flare kelas-M selama pergerakannya melintasi piringan Matahari dari 10 hingga 19 Oktober (lihat butir berita STCE ini). Ketika ia berada di sisi jauh Matahari, ia terus-menerus menghasilkan erupsi-erupsi kuat, berdasarkan banyaknya lontaran massa korona (CME) yang diamati. CME_CME itu jelas mengarah menjauhi Bumi. Namun, sekarang daerah aktif tersebut telah kembali dan masih tetap sangat aktif: Ia sudah mendapatkan nomor baru, tetapi jelas masih mempertahankan kebiasaan lamanya karena baru saja menghasilkan sebuah flare kelas-X.

Erupsi ini dicatat sebagai flare X1.8 yang mencapai puncak pada 17:34 UTC tanggal 4 November (GOES). Citra SDO di atas menunjukkan NOAA 4274 dalam cahaya tampak (kiri) begitu pula dengan struktur magnetnya yang kompleks (kanan; putih menunjukkan garis-garis medan keluar dari permukaan Matahari, hitam merepresentasikan garis-garis medan magnet yang kembali ke Matahari). Daerah aktif tersebut memiliki struktur delta (lihat klasifikasi Mount Wilson) yang digabungkan dengan ukuran daerah aktif yang relatif besar, dapat menghasilkan flare yang sangat kuat.Citra GOES/EUVI berikut menunjukkan flare dalam ultraviolet ekstrem (EUV) dekat waktu puncaknya: kiri pada temperatur sekitar 80.000 derajat, dan di kanan pada temperatur beberapa juta derajat. Pola-pola difraksi pada citra EUV adalah artefak citra, dan tidak berkaitan dengan flare tersebut – Lihat butir berita STCE ini untuk informasi lebih lanjut.

Citra koronagraf oleh STEREO-A – yang sekarang mendahului Bumi sekitar 49° (peta)- menunjukkan sebuah CME yang relatif cepat dan lebar, dengan laju awal sekitar 800 km/s dan lebar sekitar 100°. Melihat lokasi NOAA 4274 pada piringan Matahari, hal ini menunjukkan bahwa terdapat kemungkinan kecil lingkungan Bumi dapat menerima hantaman samping dari CME ini, meskipun lubang korona di dekatnya (SolarMap) mungkin dapat membelokkannya lebih jauh dari Bumi. Analisis lebih lanjut dan citra dari koronagraf SOHO/LASCO diperlukan sebelum prakirawan SWX SIDC dapat membuat keputusan akhir. Tetap pantau untuk pembaruan.

Belum ada peristiwa proton yang diamati, dengan fluks proton lebih dari 10 MeV tetap mendekati level latar belakang (GOES). Sedikit peningkatan fluks radio pada berbagai frekuensi telah diamati (NOAA/USAF). Fluks radio Matahari 10.7cm pada 18 UTC juga terpengaruh, hampir 40% lebih tinggi dibandingkan nilainya pada hari-hari sebelumnya (Pentincton, Kanada; 183 sfu dibandingkan dengan 133 sfu). Radiospektrogram di bawah diperoleh oleh stasion eCallisto di Meksiko dan menunjukkan semburan radio tipe III yang kuat antara 17:24 dan 17:28 UTC. Semburan tipe II dan tie IV tidak terlalu jelas, jika memang ada (lihat halaman Klasifikasi SWx SIDC). Catat bahwa lebar pita stasiun ini cukup sempit, hanya merentang sekitar 40 MHz. Sumbu mendatar menunjukkan waktu (dari 17:14 sampai 17:59 UTC), sumbu tegak adalah frekuensi, dengan nilai tertinggi di atas. Flare dimulai (dalam sinar-X lunak) pada 17:15 UTV, mencapai puncak pada 17:34 UTC, dan berakhir pada 17:51 UTC.

Flare kelas-X memengaruhi porsi frekuensi lebih rendah pada pita komunikasi Frekuensi Tinggi (HF Com; 3-30 MHz) terutama meliputi Amerika Selatan dan bagian timur Samudera Pasifik. Efek flare X1 terhadap HF Com dapat dilihat di peta D-RAP berikut ini (NOAA/USAF). Peringatan untuk penerbangan sipil telah diterbitkan (PECASUS). Melihat ukuran dan struktur magnet kompleks saat ini, NOAA 4274 kemungkinan menghasilkan lebih banyak flare kuat selama beberapa hari ke depan.

Dikirim oleh JJ pada Selasa 4 November 2025 pukul 21:52










